Chevening Youth Forum Jakarta
Acaranya kapan, publish materinya kapan. Nuhun teman-teman. Sedikit cerita mengenai chevening youth forum dan segala proses yang dilaluinya, a lot of something to learn.
Chevening Youth Forum merupakan acara tahun kedua yang diselenggarakan oleh alumni chevening dari ASEAN dengan tema Empowering Youth for ASEAN 4.0 berlangsung pada tanggal 19-20 Januari 2019 di Jakarta, tahun pertama bertempat di Malaysia. Acara ini dihadiri oleh akademisi, mahasiswa dari Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Forum ini menggunakan bahasa inggris selama acara berlangsung. Pada hari pertama dilaksanakan di Universitas Binus Jakarta, forum ini dibagi menjadi empat sesi. Sesi pertama dengan tema 4th Industrial Revolution: What does this mean for ASEAN? How Should Youth Respond? Dengan pemateri Mr. Alexander C Chandra (Asean Secretariat), Mr. Dr. Moch. Faizal Karim (Binus University), Mr. Lim Ming Soon (Chevening Alumnus Phillipines), Ms. Anita Ahmad (Chevening Alumna Malaysia). Dari keempat pemateri membahas mengenai persiapan menghadapi revolusi industry 4.0, caranya dengan menggunakan design thinking, pola pikir harus dirubah, harus mau berteman dengan teknologi, mempersiapkan tentang bonus demografi 2045, setidaknya dengan menciptakan lapangan pekerjaan baru, membangun jaringan, percaya pada diri dan kemampuan masing-masing, dan pemuda harus ikut serta dalam proses pembuatan kebijakan pemerintah. Sedikit pesan dari Mr. Dr. Yanuar, Phd, “You dont need to worry if you dont have money, but you need to worry if you dont have knowledge after you’ve got finished undergraduate.”
Sesi kedua diisi dengan konsep TED Talk bertujuan untuk membuka wawasan audiens mengenai expert pemateri di bidang masing-masing. Adapun pematerinya yaitu Mr. Suntheng Khiu (Chevening Alumnus Cambodia), Mr. Joshua Smith (Chevening Alumnus Malaysia), Gigih Septianto (Founder Wecare.id), dan Ms. Shinto Nugroho. Dari keempat pemateri membahas tentang beberapa penelitian studi planet mars, pentingnya investasi keuangan, selanjutnya wecare.id merupakan platform yang menghubungkan dokter dengan pasien, melihat permasalahan beberapa rumah sakit di Indonesia kurang tanggap dalam melayani pasien, pasien harus melengkapi administrasi baru bisa dilayani. Dari Ms. Shinto, gojek merupakan start up yang bergerak pada bidang social entreprise. Gojek sudah melakukan perluasan pasar, memberdayakan usaha kecil mikro dan menengah dengan go-food, mengurangi biaya bisnis, akses keuangan mudah dengan go-pay. Kolaborasi adalah kekuatan dari gojek.
Pada sesi ketiga, dilanjutkan dengan forum kecil dibagi menjadi enam topik, saya memilih topik ASEAN MSME’s Readiness for Digital Economy, kali ini pemateri berasal dari shopee. Konsep forum dibentuk per kelompok untuk berdiskusi membuat ide bisnis, kami membuat platform gratisan.com yaitu sebuah platform yang menawarkan barang antik, barang layak pakai, barang unik. Berangkat dari keresahan banyak orang tua yang hobi menyimpan barang2 seperti piring, guci, pakaian padahal sudah tidak terpakai. Sistemnya mengajak kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat sekitar untuk menyumbangkan barangnya dan disalurkan kepada yang membutuhkan. Untuk pertama digratiskan kemudian berbayar jika sudah berkembang bisnisnya. Targetnya mahasiswa, orang yang baru pindahan, dan orang yang membutuhkan barang tapi belum ada dana. Setelah itu kami presentasikan di depan audiens.
Sesi keempat, dengan topik Job of Future pemateri dosen universitas Binus. Mengacu pada World Economic Forum saat ini dunia pekerjaan membutuhkan spesifik softskill yaitu analitical thinking, complex problem solving, leadership, emotional intellegence, creativity, technology design dan programming, evaluation. Kuncinya kolaborasi. Sesi terakhir adalah connecting the dot dari semua keseluruhan sesi.
Hari kedua, forum dilaksanakan di Yello Hotel Jakarta. Forum terbagi menjadi dua topik bahasan. Saya memilih topik The Future We Want dengan pemateri Ms. Karlina Octaviany (Chevening Alumna Indonesia), Ms. Kun Shan Sum (chevening alumna Singapore), Mr. Saroj Srisai (Chevening Alumnus Thailand), Ms. Dayu Nirma (Chevening Alumna Indonesia), Ms. Fatin Arifin (Chevening Alumna Brunei). Pada sesi kali ini membahas tentang penggunaan media sosial dengan bijak, menghindari berita hoax dengan mencari sumber yang valid, bangun kepekaan terhadap masalah sekitar, membuat ide bisnis yang menyelesaikan permasalahan.
Semoga kita bisa menjadi pemuda yang memberi kebermanfaatan untuk sekitar, salam continously growing 🌱
Catatan: Chevening merupakan beasiswa dari negara Inggris yang diberikan kepada masyarakat Indonesia yang berminat untuk melanjutkan studi di UK.

Komentar
Posting Komentar