Postingan

Kegiatan selama Pandemik 2020

Gambar
Well, hai teman-teman, bagaimana kabarnya? semoga dalam keadaan sehat dan baik-baik ya. Disaat pandemik seperti ini uda banyak keadaan yang membuat kita jenuh, gak tau harus apa, harus melakukan apa. Apa sudah sampai di fase itu? Semangat ya teman-teman, coba lihat kembali ke dalam dirimu, sudah banyak yang kamu lalui. Di ingat-ingat lagi, kamu hebat sudah sampai titik ini. Coba deh lihat dari sudut pandang lain, lihat apa yang kamu bisa terus lakukan. Sekarang teknologi sudah sangat membantu kita, ikuti kelas-kelas webinar, mencoba bikin masakan, bikin konten, cobain skill baru, dan masih banyak lagi. Ngomong-ngomong hal baru, baru2 ini saya lagi mengerjakan projek Aksi 30 hari Ramadan bersama Ijo Project, sebuah platform yang di inisiasi oleh 3 manusia dengan latar background yang berbeda. Satunya bekerja di instansi saham, satunya lagi di instansi keuangan syariah, satunya di pendidikan. Ijo project sendiri bergerak di sektor lingkungan. Kami bertiga memang serandom itu, niat awal...

Chevening Youth Forum Jakarta

Gambar
Acaranya kapan, publish materinya kapan. Nuhun teman-teman. Sedikit cerita mengenai chevening youth forum dan segala proses yang dilaluinya, a lot of something to learn . Chevening Youth Forum merupakan acara tahun kedua yang diselenggarakan oleh alumni chevening dari ASEAN dengan tema Empowering Youth for ASEAN 4.0  berlangsung pada tanggal 19-20 Januari 2019 di Jakarta, tahun pertama bertempat di Malaysia. Acara ini dihadiri oleh akademisi, mahasiswa dari Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Forum ini menggunakan bahasa inggris selama acara berlangsung. Pada hari pertama dilaksanakan di Universitas Binus Jakarta, forum ini  dibagi menjadi empat sesi. Sesi pertama dengan tema 4 th  Industrial Revolution: What does this mean for ASEAN? How Should Youth Respond? Dengan pemateri Mr. Alexander C Chandra (Asean Secretariat), Mr. Dr. Moch. Faizal Karim (Binus University), Mr. Lim Ming Soon (Chevening Alumnus Phillipines), Ms. Anita Ahmad (Chevening Alumna M...

Apa aja yang harus dilakukan saat mengikuti event?

Gambar
   Jepretan Mas Fahmi Local Guide Surabaya      Setelah purnama berlalu, akhirnya bikin tulisan lagi yay. Kali ini based on my experience  ya. Sebelumnya saya nggak tau harus gimana waktu pertama kali mengikuti event setelah melakukan riset di beberapa event dan nanya-nanya ke senior, akhirnya saya paham. Poin yang saya garisbawahi ada empat: 1.  Attitude 2.  Knowledge 3.  Networking 4.  Dokumentasi Attitude  ini  mulai dari pakaian yang dipakai kudu rapi, enak dipandang, jaga sikap kalau bisa meskipun mereka belum mengenal kamu, tapi tetep first impression itu perlu. Attitude dalam berbicara, hal-hal yang gak perlu jangan disampaikan misalnya curhat yang gak perlu. Datang 30 menit sebelum acara. Poin kedua, knowledge , pengetahuan tentang event ini harus banget dikuasai, coba riset mengenai event yang diadakan ini uda tahun ke berapa, topiknya membahas apa aja sih, speakernya sapa aja, peserta nya siapa aj...

World Conference on Creative Economy 2018

Gambar
World Conference on Creative Economy 2018 “Inclusive Creativity” I’m back guys. So this is another journey of my life. Yap, tepat tanggal 6 sampai 8 November kemarin saya meng ikut i acara World Conference on Creative Economy yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif berlokasi di Nusa Dua Convention Center Bali. Acara ini merupakan konferensi pertama kali dengan mengusung tema “Inclusively Creative” yang diikuti oleh 1000 peserta dari dalam dan luar negeri. Dengan pemateri yang gak kalah keren yaitu Ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Kang Emil, Menteri Kominfo, Ibu Retno Marsudi, Bapak Triawan Munaf, Founder Tokopedia, Grab, Program Director Djarum Foundation, juga pemateri dari luar negeri yang sangat menginspirasi , dan masih banyak lagi . Selanjutnya, acara terbagi menjadi 3 sesi yaitu friends of creative economy, creative session dan plenarry session. Di hari pertama gue memilih tema UNDP: Fostering Social Entrepreneurship and Startup Ecosystem throught Youth...

Internship Program BRI Syariah Diponegoro

Gambar
Hari Kamis tanggal 28 Juni 2018, kami berlima (a.k.a Mbak Rahayu, Dewi, Aini, Indah dan aku)  magang di BRI Syariah Diponegoro Surabaya. Pada hari pertama, k ami m emulai kegiatan pukul 08:00 WIB kemudian kami di briefing oleh Bapak Sandi selaku pimpinan financial support (pembiayaan), kami diberi pengarahan mengenai jam masuk dan pulang, etika saat magang, dan juga mengingatkan kami dalam seminggu laporan magang harus sudah selesai. Adapun Mas Agustin sebagai dosen pamong selama kami magang di BRIS yariah , beliau mengajak kami berkeliling kantor BRIS Cabang Diponegoro, memperkenalkan para karyawan dan staff. Setelah berkeliling, kami mengerjakan checklist data nasabah yang melakukan pembiayaan mikro, dengan cara input data berdasarkan berkas nasabah, namun salah satu teman kami Aini ditempatkan di bagian legalisasi untuk menginput data juga. Yang kami dapatkan hari ini, bahwa dalam pembiayaan hampir semua ditemukan menggunakan akad murabahah bil wakalah. Sebelum pulang, k...

Mengenal Lebih Dekat Perbankan Syari'ah

Gambar
Hai guys, uda lama nih nggak posting tulisan. So, kali ini aku bakal ulas mengenai perbankan syari’ah. Mengapa perbankan syari’ah? Apasih perbedaannya dengan bank konvensional? Toh ya sama aja, sama-sama profit oriented. Oke langsung aja, menurut data Bank Indonesia, jumlah lembaga keuangan di Indonesia 70% dikuasai oleh perbankan. Perbankan sendiri diawasi oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan. OJK berdiri berdasarkan Undang-Undang Dasar No. 21 tahun 2011. Kemudian OJK bertugas sebagai pengawas lembaga keuangan secara satu atap dan terintegrasi. Selain mengawasi lembaga keuangan, OJK juga mampu melindungi kepentingan konsumen contohnya jika ada nasabah dari bank X mengkomplain mengenai tingkat margin yang tidak wajar, maka OJK akan siap membantu hingga kasus tersebut tuntas. Salah satu program dari OJK yaitu SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang dapat digunakan untuk nasabah lembaga keuangan di Indonesia. Oke lanjut, sejarah munculnya bank pada zaman dahulu masyarakat yan...

Rihlah UINSA Student Forum

Gambar
Pada tanggal 10 Maret 2018, tepatnya di hari Sabtu sekitar pukul 08.00 saya, Emi, Arif, Yusuf berangkat ke kota Kediri, Jawa Timur. Lebih tepatnya, kami berencana mengunjungi rumahnya Arif. Kira-kira kami membutuhkan waktu 3 jam untuk sampai di Kota Kediri.  Fyi, list  perjalanan kami gak cuma mampir kerumah doang, kami mampir ke gunung yang sempat meletus di tahun 2014,  yaps  Gunung Kelud . Setibanya disana, saya merasakan sejuknya udara, melihat pemandangan yang indah, mencium bau duren  everywhere,  meskipun sedikit panas namun itu gak menghalangi kami buat  explore  lebih jauh. Nah, untuk tiket masuknya dikenakan biaya Rp. 11.500,- Untuk medannya sendiri hanya jalanan yang naik turun,  worth it  lah buat kalian yang pingin diet. Saat itu pengunjungnya gak begitu ramai, oh ya sebagai generasi  Millenials  gak mungkin lupa buat hunting foto, spotnya lumayan bagus sih, kami bisa melihat bukit-bukit keci...